RSS

pratikum penkom

google

 

Posted by on 2 March 2012 in Academic

Leave a comment

My Question about Pengolan Informasi dan Persepsi Konsumen

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen(Indah Kristie Mayang Sari- I24100032)
My question are :
1. Apa yang membuat banyak konsumen menggandrungi produk kripik singkong “Maicih” ? sedangkan produsen kripik singkong tersebut tidak melakukan pemaparan yang umum dilakukan seperti iklan ditelevisi,radio, majalah atau billboard?

Jawab :
Produsen memilih cara yang cerdas melalui stimulus yang berbeda dari biasanya, dengan durasi (intensity ) tertentu mereka menyampaikan petunjuk ( directionality) melalui jejaring sosial dimana posisi (position) penjualan produk yang berpindah-pindah menyebabkan keingin tahuan atau kebauran dari konsumen sendiri.

2. Mengapa iklan produk susu formula ditayangkan di televisi lebih sering muncul pada hari libur pada pukul 06.00 hingga 09.00 WIB?

Jawab :
Mengingat peluang orang tua sebagai konsumen dihari libur untuk menonoton televisi lebih besar , pemaparan melalui audio visual lebih diterima dengan perhatian oleh konsumen yang fokus ,sehingga konsumen paham dan memiliki persepsi tentang produk.

3. Bagaimana cara yang efektif agar konsumen mengingat dan menyimpan memori jangka panjang terhadap suatu produk ?
Jawab ;
Dengan durasi yang sering melalui pesan jingle atau musik berirama, di saat iklan ke-2, ke -3 dan seterusnya muncul, konsumen secara tidak sadar mengalami proses mengingat kembali sehingga pesan tersimpan dalam memory jangka panjang.
4. Salah satu faktor stimulus adalah “pemberi pesan yang menarik”,saat ini beberapa produk kosmetik menggunakan “orang biasa ” sebagai model iklannya,dalam hal ini, apa tujuan produsen ?
Jawab :
Menginginkan persepsi konsumen yaitu produk kecantikan yang memang alami berkhasiat untuk orang biasa, bukan untuk artis yang memilki perawatan wajah yang mahal.
5. Apa yang dilakukan produsen untuk membuat sensasi konsumen tentang pejualan produk mereka?
Jawab:
melakukan discount agar konsumen merasakan perbadaan harga yang cukup signifikan .

 

Posted by on 25 September 2011 in Academic

Leave a comment

Pengolahan Informasi dan Persepsi Konsumen

Tahap Pengolahan Informasi Konsumen sebagai berikut:

1.Pemaparan oleh produsen

Dengan memberikan stimulus, konsumen menyadari stimulus tersebut sehingga pancainderanya merasakan sensasi . Sensasi dipengaruhi oleh AMBANG ABSOLUTE, (yaitu titik dimana konsumen merasakan perbedaan dari suatu stimulus) dan PERBEDAAN AMBANG (Batas perbedaan terkecil yang dirasakan antara dua stimulus yang mirip)

2. Tahap Perhatian

Konsumen memberi perhatian kepada stimulus tertentu,kerena melihat begitu banyak stimus disekitarnya.
Perhatian dapat dipengaruhi faktor pribadi (motivasi dan kebutuhan,pengalaman masa lalu) dan faktor stimulus (Ukuran,warna, intesitas , kontras, posisi , petunjuk,gerakan, kebauran ,isolasi, stimulus yang disengaja, pemberi pesan yang menarik, perubahan gambar yang cepat. )

3. Tahap Pemahaman

Konsumen mulai memahami stimulus.

4. Tahap Penerimaan

Merupakan akhir dari kesimpulan mengenai KESIMPULAN KONSUMEN mengnai produk tersebut.

5. Tahap Retensi

yaitu memindahkan informasi yang diterima kepada memori jangka panjang.

 

Ketahanan Pangan Indonesia

Kajian Ketahanan Pangan Indonesia, September, 17th 2011
by : Indah Kristie Mayang Sari

Satu point penting yang saya setujui dari kajian Ketahanan Pangan Indonesia ini adalah; pada sisi SDA Indonesia yang luar biasa melimpah ini,menyebabkan kita terlalu banyak program untuk memanfaatkannya. Karena kenyataannya program dari setiap bidang berjalan kurang mulus ,setengah-setengah, bahkan gagal. Bukannya menjadi rakyat yang pesimis, tapi menimbang apakah mungkin ? berapa peluangnya? Berhasilkah?. Mungkin pernyataan ini terlalu minus dimata beberapa orang ,tapi coba pikirkan, kalau saja satu sektor bidang pertanian kita rajai (mendunia) dan karena itu posisi NKRI semakin kuat dimata dunia apakah mungkin kita LANJUTKAN merajai berbagai sektor pertanian lainnya , Jawabnya PASTI BISA! Kesimpulannya, jangan terlalu ribut menyusun program, tapi sibuk dengan sinergi dan fokus terhadap satu program yang akan dikembangkan. kalau 1 hal telah berhasil baru usaha kembangkan sektor lainnya.

Masalahnya, sistem pembagian tugas dari pemimpin ke menteri- menteri atau anggotanya telah mendarah daging di IndONEsia. Pemimpin punya menteri, tiap menteri bikin program, tiap sektor minta diperhatikan. Nah Lho? Jangan salahkan Presiden saja,kita sebagai masyarakat udah menyumbang apa untuk negara??? Bagusnya rampungkan dulu satu tujuan yang ingin dicapai, kita juara dibidang itu, nah para menteri dengan keahliannya masing masing jalanin tugas untuk menggapainya . Kalau sistem udah kaya gini ga bakalan ada batas antara fakultas-departemen,kementerian semuanya satu padu, bagus ga tuh ?????. Ingat juga dalam Al Quran sistem ini juga udah di kasih tahu 1400 tahun yang lalu, ” …….Maka apabila engkau telah selesai dengan satu urusan,tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmu lah engkau berharap”………..

 

Posted by on 17 September 2011 in Academic

Leave a comment

Tugas Kelompok Perilaku Konsumen III

Tuesday Morning Assignment
Course : Consumer Behavior
Department : Family and Consumer Sciences
College of Human Ecology- Bogor Agricultural University

Written by : Afina Mutmainnah
Danisya Primasari
Milatul Ulfa
Dwifeny Ramadhany
Indah Kristie Mayang Sari
Nurul Fatwa
Andrielina Firdausih
Rico Alwinsyah
Ina Ana Khoeriah

Lima Karakter Positif :
• Penyayang
• Disiplin
• Ramah
• Pemaaf
• Rajin
Lima Karakter Negatif:
• Pelupa
• Ceroboh
• Cerewet
• Ragu/Bimbang/Galau
• Egois
Gaya Hidup di Masyarakat:
 Rekreasi
• Wisata rekreasi baru: Trans Studio
• Pusat perbelanjaan: Mall
 Konsumtif
• Mode pakaian: style budaya barat, baju kafthan ala artis Syahrini
• Pulsa
 Olahraga
• Sepak Bola
 Kesenian
• Musik: Boy band
 Teknologi
• Handphone: Black Berry, Android
• I-pad
• I-phone
 Informasi
• Jejaring sosial: Facebook, Twittter
• Film: Nonton di Bioskop
Tren di Masyarakat:
 Logat bahasa

• Ala artis Syahrini “Alhamdulillah yaah” “Sesuatu Banget”
• Ala ustad Maulana “Jamaah.. oooiii… Jamaah.. Alhamdulillah..”

 Bersepeda
 Motor Matic: Scoopy
 Kerudung Artis: Ala Marshanda
 Tren acara TV
• Sportainment
• Music
• Infotainment
• Edutainment

 

Posted by on 15 September 2011 in Academic

Leave a comment

Resume Perilaku Konsumen ” Kepribadian”

Department of Family and Consumer Science – Collage of Human Ecology – Bogor Agricultural University

Lecturer : Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan ,M.Sc

Session 3:

Title : Kepribadian
Oleh : Indah Kristie Mayang Sari

Suatu pengambilan keputusan pembelian produk atau jasa tidak lepas dari karakteristik konsumen tesebut. Singkatnya karakteristik yang berbeda membuat keputusan yang berbeda pula bagi konsumen. Pengertian dari karakteristik dalam ruang lingkup ilmu konsumen adalah respon konsumen terhadap sesuatu.
Karena perubahan yang terjadi dalam atau diluar diri konsumen ,gaya hidup dari konsumen dapat berubah
berdampak pada konsumsi yang berubah pula.
Teori yang berkembang mengenai kepribadian adalah;

a. Freud => psikonalitis kepribadian
b. Neofreud => sosial psikologi mempengaruhi keputusan.
c. ciri => berdasarkan karakteristik yang paling menonjol

Pengelompokan karakteristik dapat dipngaruhi oleh :

1. Geografis
2. demografi
3. Psikografi
4. Behaviour

 

Kuliah Motivasi (Motivasi and values)

Tugas Perilaku Konsumen

Nama : Indah Kristie mayang Sari

(I24100032)

Wa Ode sofia Zahara

(I24100026)

1.Slogan : 1.Cardinal Jeans : Think more stylish and more confidence (Ego Needs)

2. Levi’s ; Nyaman ,aman dan mudah di Bersihkan (Kebutuhan rasa aman)

2. Keterlibatan produk

keterlibatan rendah (Inersia):

1.Gayung untuk mandi

2. Sarung tangan untuk motor

3. sikat gigi

keterlibatan tinggi (Passion)

1. motor honda lebih dipilih daripada motor ktm atau viar

2.Tablet Iphone dan galaxy tab lebih diincar daripada android asal china

3. Keterlibatan waktu Pembelian

Dasi dibeli para pencari kerja agar terlihat lebih rapi dari hari biasanya

Helm SNI akan dibeli apabila ada razia pengendara motor

4. Core values

Nilai dasar ego masyarakat Indonesia agar lebih percaya diri dengan produk ” bermerek”

Rasa aman dalam meilih produk barang atau jasa

5. Consumen Values

Lebih memilih produk dengan harga yang mahal daripada yang murah

Menyukai produk dari luar negeri

mengonsumsi lebih disukai daripada memproduksi

 

Posted by on 6 September 2011 in Academic

Leave a comment

Consumen Behaviour Class (kelas Perilaku Konsumen) Tuesday Morning (Review Perilaku Konsumen Bab II)

Department of Family and Consumer Science -Collage of Human Ecology- Bogor Agricultural University

Session II

Judul : Review Kelas PKO Bab II
Oleh: Indah Kristie Mayang Sari (Mayor IKK -Ilmu Keluarga dan Konsumen)

Pada bab 2 ini ,Motivasi dan Kebutuhan konsumen yang menjadi pokok bahasan utama. Konsumen senantiasa memilih barang atau jasa yang akan dibelinya menurut berbagai tingkatan kebutuhan .Dalam studi ini teori Abraham Maslow menjadi tolak ukur konsumen memilih barang atau jasa tersebut.
Kebutuhan dasar yang mutlak dipenuhi manusia adalah kebutuhan fisiologis, walaupun konsumen seorang yang kaya tidaklah mungkin ia tidak makan,minum,berpakaian dan memiliki rumah demi hal yang kurang esensinya pada dirinya seperti penggunaan barang elektronik. Selanjutnya adalah kebutuhan jiwa yang dipenuhi rasa aman ,konsumen lebih memeilih nproduk yang membuat jiwa mereka tenang dengan keamanan yang dijanjikan produk tersebut . Kebutuhan emosional akan cinta dan kasih sayang juga terbukti mempengaruhi pemilihan konsumen, seperti ia akan memilih produk yang disukai orang yang ia sayangi. Aktualisasi diri dalam pemenuhan rasa atau ego dalam diri konsumen itu sendiri yang kemudian teraktualisasi dalam kegiatan konsumen tersebut.

 

IPB Sabet Tingkat Nasional dalam Lima Kategori Berprestasi

Kamis, 22 Juli 2010Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menyabet juara dalam lima kategori yang dilombakan Kementrian Pendidikan Nasional. Lima kategori tersebut antara lain : (1) juara II dosen berprestasi tingkat nasional tahun 2010, drh.Rizal M.Damanik, M.Rep.Sc, Ph.D; (2) juara III ketua program studi berprestasi tingkat nasional tahun 2010, Dr.Ir.Dadang,M.Sc; (3) juara I tenaga administrasi akademik berprestasi tingkat nasional tahun 2010; (4) juara I pengelola keuangan berprestasi tingkat nasional tahun 2010, Fery Swandayana,A.Md; dan (5) juara II laboran berprestasi tingkat nasional tahun 2010, Rini Purnawati, B.Sc, S.TP, M.Si. Di kategori arsiparis IPB mendapatkan juara harapan II arsiparis berprestasi tingkat nasional atas nama Satriyadi. Sementara dalam kategori pustawakan IPB mengirimkan Ir.Rita Komalasari. Pustakawan IPB ini belum berhasil menyabet juara tingkat nasional.

“Proses seleksi telah lakukan di tingkat IPB sejak bulan Maret. Kami menyeleksi berdasarkan kriteria dan persyaratan masing-masing kategori,” ungkap Direktur Sumber Daya Manusia, Erlin Trisulianti, S.TP, M.Si. Masing-masing unit kerja di IPB mengirimkan satu orang perwakilannya, selanjutnya dilakukan seleksi meliputi portofolio,tes psikologi dan wawancara.

Khusus, untuk proses seleksi dosen berprestasi lebih ketat lagi. Seorang dosen dinilai dari karya prestasinya di bidang pendidikan dan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.”Berbeda dengan konsep pemilihan dosen teladan, dosen berprestasi harus benar-benar berprestasi dibidang penelitian. Dosen tersebut harus mempunyai prestasi publikasi karya ilmiah di tingkat nasional maupun internasional,” papar Erlin,M.Si.

Lomba pemilihan pegawai berprestasi di setiap kategori merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan atas prestasi kinerja yang dilakukan selama ini. Menurut Erlin, M.Si hal terpenting dari proses seleksi ini adalah adanya sharing knowledge yang terjadi diantara 30 peserta khususnya pegawai tenaga kependidikan dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Setiap tenaga kependidikan mempunyai ide kreatif dalam meningkatkan layanan mutu akademik dan administrasi di masing-masing tempatnya bekerja. “Bayangkan jika setiap orang mempunyai ide kreatif untuk membenahi mutu pelayanannya, maka mereka akan memperoleh 30 cara kreatif yang dapat diimplementasikan di setiap perguruan tinggi sekembalinya mereka nanti,” tandas yang juga salah satu dewan juri dalam seleksi kategori tenaga kependidikan berprestasi.

Meski tidak dilombakan di tingkat nasional, IPB menambah dua kategori pemilihan pegawai berprestasi untuk kategori Unit Keamanan Kampus (UKK) atau satpam, dan administrasi umum. Di tingkat IPB, juara I satpam dan juara I administrasi umum ialah Indra Gunawan dan Erma Rahmawati, SE. “ Di masa yang akan datang kami berencana menambah satu kategori lagi yakni kehumasan,” kata Erlin, M.Si. (ris)

 

Posted by on 18 August 2011 in Academic

Leave a comment

Bogor Agricultural university

IPB Sabet Tingkat Nasional dalam Lima Kategori Berprestasi Share Kamis, 22 Juli 2010Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menyabet juara dalam lima kategori yang dilombakan Kementrian Pendidikan Nasional. Lima kategori tersebut antara lain : (1) juara II dosen berprestasi tingkat nasional tahun 2010, drh.Rizal M.Damanik, M.Rep.Sc, Ph.D; (2) juara III ketua program studi berprestasi tingkat nasional tahun 2010, Dr.Ir.Dadang,M.Sc; Read the rest of this entry »

 

Posted by on 25 July 2010 in Academic

Leave a comment